Please login first

KERAGAMAN SUMBERDAYA GENETIK TANAMAN BUAH-BUAHAN EKSOTIK DI KABUPATEN BINTAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU
Yayu Zurriyati, Nfn Dahono

Published: 20 February 2018 by Jurnal Informatika Pertanian in Buletin Plasma Nutfah
Jurnal Informatika Pertanian, Volume 22; 10.21082/blpn.v22n1.2016.p11-20
Abstract: Indonesia memiliki sumberdaya genetik (SDG) buah-buahan tropis yang sangat beragam. Tercatat lebih dari 400 jenis tanaman buah-buahan yang dapat dimakan terdapat di wilayah Indonesia. termasuk buah eksotik tropis. Saat ini sebagian besar SDG lokal tersebut belum terinventarisasi dan teridentifikasi dengan baik sehingga informasi yang didapatkan sangat terbatas. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendapatkan data dan informasi tingkat keragaman SDG tanaman buah eksotik dan potensi pemanfaatannya. Kegiatan dilaksanakan pada empat kecamatan di Kabupaten Bintan yaitu Kecamatan Teluk Sebong, Teluk Bintan, Sri Kuala Lobam dan Toapaya, Provinsi Kepulauan Riau dengan metode survey melibatkan 20 responden yang dipilih secara purposive random sampling dan observasi lapangan. Tanaman buah eksotik diinventarisasi berasal dari lahan pekarangan dan lahan di luar pekarangan milik responden. Data yang dkumpulkan meliputi lokasi tempat ditemukannya SDG tanaman buah eksotik mencakup nama desa/dusun dan titik koordinat (LU/LS, BT/BB), jenis tanaman dan deskripsi morfologi utama. Data yang didapat selanjutnya ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa, sumberdaya genetik (SDG) tanaman buah-buahan eksotik di Kabupaten Bintan cukup bervariasi dan telah dideskripsikan berdasarkan karakteristik morfologi utamanya. Terdapat tujuh jenis tanaman buah eksotik di Kabupaten Bintan, yaitu Buah Rokam (Flacourtia rukam), Namnam (Cynometra cauliflora), Jeruk Kunci (Citrus amblycarpa), Sawo kecek (Pouteria caimito), Lobi-lobi (Flacourtia inermis), Durian Daun (Durio zibethinus L), dan Jamblang (Syzigium cumini).
Keywords: Keywords Exotic Fruits, genetic resources, Bintan.
Related articles
Comments on this paper
Currently there are no comments available.




 
 
Top